Saturday, April 21, 2018

Mendukung Kreasi Lokal

Siapa sih yang nggak pernah merasakan love-hate relationship dengan produk lokal Indonesia? Di satu sisi orang bilang: "Dukung produk lokal!", dan di sisi lainnya hati kecil malas harus berkompensasi dengan kurangnya kualitas. Bagaimanapun, di otak sudah terpatri barang impor = lebih bagus.

Tentu saja, imej itu belum tentu benar.

Batik

Suasana membatik yang aku saksikan di Bali


Batik adalah salah satu produk lokal yang semakin lama kualitasnya semakin bagus. Batik adalah warisan budaya, dan tentu saja dalam aspek ini produk lokal seharusnya mengalahkan impor. Membeli batik otomatis mendukung produk lokal dan mengingat hal ini aku selalu berpikir aku perlu mengenakan lebih banyak batik dalam keseharian.

Jadi banyak dari tujuanku membeli batik adalah untuk mendukung kreasi budaya lokal. Tapi apa membeli sembarang batik akan membantu itu?

Tidak!

Batik cap dan batik tulis terbuat dari proses handmade, sedangkan batik printing adalah hasil dari pabrik massal. Hanya dengan membeli batik cap dan tulis maka kita bisa membantu kreasi budaya lokal.

Perbedaan batik cap / tulis & batik printing:




1. Sisi Belakang Kain
Batik cap / tulis memiliki sisi belakang yang mirip dengan sisi depan, karena proses pewarnaan tembus hingga bagian belakang kain.
Batik printing memiliki sisi belakang yang jauh lebih pudar daripada depan.

batik cap depan belakangnya mirip sekali

batik printing belakangnya jauh lebih pudar

2. Motif
Batik cap memiliki motif yang repetitif karena terbatas dengan alat cap yang digunakan.
Batik tulis memiliki motif yang lebih fleksibel, tetapi harganya jauh lebih tinggi dibanding batik cap.
Batik printing bisa memiliki motif apapun, bahkan seperti batik tulis, dengan harga yang jauh lebih rendah.

3. Potongan / Meteran
Batik yang datang dalam bentuk potongan bisa jadi batik cap, tulis, atau printing.
Tetapi batik yang datang dalam bentuk meteran sudah pasti printing.

Jarang ditemukan di mall 

Brand-brand besar seperti yang sering kita temui di mall-mall kebanyakan tidak banyak mengeluarkan produk batik cap dan tulis. Kenapa? Karena kain untuk batik printing tersedia melimpah, tidak seperti batik cap atau tulis yang terbatas. Brand besar memproduksi banyak setiap style-nya, membuat mereka lebih banyak memilih batik printing.

Online shopping


Kalau di mall nggak ada, gimana kalau beli online? Hampir tidak mungkin membedakan batik cap / tulis dengan printing secara online shopping karena kita tidak bisa memeriksa sisi belakang kainnya.

Lalu di mana kita bisa menemukan produk batik yang terkurasi, handmade, terbuat dari batik cap / tulis online? Qlapa menyajikan produk yang terkurasi sehingga barang yang kita beli adalah kreasi budaya lokal, dibuat handmade oleh para pengrajin Indonesia.


Qlapa adalah online marketplace yang baru muncul dan bersaing, namun tumbuh pesat. Mereka memastikan penjual yang bergabung membuat barang-barang mereka sendiri. Hal ini dimaksudkan agar penjual bisa mempertanggungjawabkan barang jualannya.

Agar tidak terjadi seperti yang pernah terjadi pada saya di sebuah toko batik lokal: atasan batik printing disodorkan pada saya sebagai atasan batik tulis.

Selain batik, banyak kategori lain yang disajikan oleh para pengrajin, agar maksud awal kita untuk mendukung kreasi budaya lokal terpenuhi dengan berbelanja di sana.

Mari kita bijak dalam membelanjakan uang kita. Dengan mendukung para pengrajin lokal kita juga berarti berbuat baik dengan giving back to community, lho. Semakin kita mendukung, maka hidup para pengrajin pun akan terangkat menjadi lebih baik lagi. Happy hunting batik!

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...