Monday, May 13, 2013

[TV Series Review] Ryusei no Kizuna


Ryusei no Kizuna


Tanggal Putar: Oct 2008
Pemain Utama: Ninomiya Kazunari, Nishikido Ryo, Toda Erika
Genre: Suspense, Bond, Comedy
Sinopsis (dari TBS):
"When we grow up… We'll kill him together". 

Koichi, Taisuke, and Shizuna are three siblings whose parents had been brutally murdered when they were just in elementary school, and they vowed to avenge their death. Fourteen years later, their vengeful plan unravels countless new facts. A shocking revelation leads to an overwhelmingly emotional ending. What will become of the siblings who have lived their lives solely in reliance of their bond alone?

--------------------

Jadi, menurut Fenny....

Saya suka cerita suspens.

Mungkin ada beberapa dari pembaca blog ini yang pernah baca profil saya di suatu tempat --- dan saya mencantumkan nama Sir Arthur Conan Doyle pada jajaran penulis favorit saya. Jauh sebelum saya mudeng baca Sherlock Holmes, saya berkenalan dengan cerita-cerita misteri dari komik. Tintin, tepatnya. Kakak saya dua-duanya laki-laki, dan mereka berdua suka Tintin. 

Ketika saya baca ulang Tintin untuk entah kesekian kalinya pada saya berumur 20 tahun, saya menyadari ternyata dulu saya baca itu hanya untuk menikmati suspensnya. Anak berumur 7-8 tahun tidak benar-benar mengerti nilai-nilai sosial dan politik tersembunyi di balik kisah Herge itu. Nevertheless, saya benar-benar jatuh cinta dengan cerita detektif-detektifan.

Lalu, saya berkenalan dengan seri Detektif Conan. Saya berhenti baca Conan di volume 40-an, karena merasa bosan. Tapi walau begitu, saya sudah menamatkan berbagai seri Kindaichi --- dari Kindaichi biasa, Kindaichi FILE, Kindaichi CASE. Lalu karena menunggu seri Kindaichi NEW tidak kunjung datang, saya baca karya pengarang yang sama, seri Detective School Q (yang saya tidak suka). 

Yak, setelah ngomong ngalor-ngidul, mungkin bakal ada yang tanya, apa hubungannya sama Ryusei no Kizuna (disingkat RoK mulai dari sini ya)? Kalau bisa dibilang, RoK sebenarnya campuran antara cerita suspens detektif-detektifan , yang diselingi komedi penipu dan pencurian (ala Lupin?). Si tiga anak yang diperankan oleh tiga idola beken ini mencari pembunuh orang tua mereka, diselingi dengan menipu orang untuk uang.

Aktor dan aktris Jepang favorit saya, Nishikido Ryo & Toda Erika, dalam satu drama. *_*


Orang tua ketiga anak ini memiliki sebuah restoran bernama Ariake, sama dengan nama keluarga mereka. Makanan best seller di restoran itu adalah hayashi rice. Saya sendiri pernah makan hayashi rice, dan sepanjang menonton perut saya berbunyi terus-terusan. Tampaknya, pembunuhan orang tuanya ada kaitan erat dengan hayashi rice ini. Penasaran, kan?


Er, ini bukan Hayashi Rice, tapi Curry Pasta. Saya kelaparan waktu nonton dan ngidam makanan sejenis Hayashi Rice, jadi bikin ini pakai bahan yang ada di kulkas. *Fenny dirajam tomat*


Saya suka sekali dengan drama ini. Dulu tahun 2009 saya sempat cari DVD bajakannya di Indo, sempet beli juga, tapi nggak jalan. Lalu setelah lewat beberapa lama, saya baru sadar DVD-nya rusak. Tapi waktu saya cari lagi, ke mana-mana, nggak ada yang jual. Mungkin udah terlalu lama. Tapi karena internet di Singapura cepat, jadi akhirnya saya streaming. (*Pengakuan berbau piracy*)

Nggak nyesel, deh. Ada 10 episode, total. Di dalamnya bercampur aduk semua emosi. Suspens. Misteri. Mengharukan. Sampai komedi yang ngocolnya keterlaluan pun ada. Dalam perjalanan mereka untuk menemukan pembunuh orang tua mereka, saya rasa ketiga tokoh utama belajar banyak. Ada yang menemukan cinta sejati, ada yang belajar arti maaf, ada yang berubah menjadi bertanggung jawab. Saya bisa membayangkan kalau saya yang berada di posisi mereka, dengan orang tua yang dibunuh karena alasan seperti itu, lalu jadi diangkut ke panti asuhan. Saya bisa merasakan dendam dan kebencian mereka, karena saya yakin hidup mereka pastinya tidak sama lagi.

Ada twist yang tertebak, ada juga yang tidak tertebak. Sebenarnya saya sudah bisa merasakan kira-kira siapa yang membunuh orang tuanya di tengah-tengah seri drama ini. Tapi saya tetap menonton karena selain penasaran, aksi-aksi penipuan yang dilakukan si ketiga tokoh utama itu benar-benar lucu. Dari episode pertama saya sudah terpingkal-pingkal. Komikal, sangat tipikal Jepang, dan mungkin tidak semua orang suka dengan ke-lebay-annya, but I like it. 

Saya agak sedih dengan drama-drama Jepang yang saya tonton belakangan, jadi sudah lama saya berpaling pada drama Korea dan Taiwan. Tapi saya kini kembali lagi. Mungkin, setelah ini saya akan coba Nodame Cantabile. Yah, setelah tugas kuliah berkurang sedikit (semoga).

Highly recommended.

Rating: 

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...