Saturday, December 8, 2012

Novel Review: I For You by Orizuka




Judul: I For You
Penulis: Orizuka
Penerbit: Gagasmedia
Tanggal Terbit: 2012
ISBN: 979-780-554-9

Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku.

Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.

Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.

Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu...

-----------------------------------------------------


Jadi, menurut Fenny...

I For You mengisahkan tentang Princessa yang hidup layaknya putri sesuai dengan namanya. Dijaga secara ketat oleh Benji, pangeran tampan yang serasi berada di sampingnya. Hingga suatu hari Cessa meminta untuk bersekolah di sekolah formal layaknya anak-anak biasa. Tidak pernah mereka menyangka di sekolah itu juga mereka bertemu Surya dan Bulan, dua orang yang memisahkan Cessa dan Benji. Pangeran dan putri yang selama ini selalu terlindungi kotak kaca di dalam dunia mereka sendiri pun tiba-tiba keluar, merasakan naik-turun pahit-manisnya cinta.

Dan untuk setiap cinta, ada resiko yang harus diambil.

Ini adalah novel kedua Orizuka yang saya baca, setelah duetnya dengan Christian Simamora dalam With You. Gaya penceritaannya mengalir, menyenangkan untuk dibaca. Sesuai dengan harapan saya setelah membaca With You. Dalam halaman-halaman tertentu, saya tersenyum dan tertawa, dan di halaman lain saya bisa sesak menahan tangis. Tidak ada yang kelewat humoris, tapi saya bisa merasakan bagaimana senangnya masa-masa bersekolah. Bahkan saya pun merasa dibawa bernostalgia.






Cessa dan Benji awalnya terasa seperti karakter yang terlampau sempurna di mata saya. Mana ada orang yang hidup selayaknya mereka hidup? Berperilaku selayaknya mereka berperilaku? Surya dan Bulan, di sisi lain, sangat berbeda. Sangat membumi, sangat relatable. Ketika Surya menggambarkan Cessa-Benji sebagai dewa-dewi, saya sedikit banyak bisa bersimpati dengannya. Jika saya disandingkan dengan Cessa atau Benji, saya pun mungkin akan merasakan hal yang sama.

Semakin ke belakang, saya semakin merasakan banyak drama yang datang. Dari tengah buku saya bisa menebak ke mana jalan cerita ini di bawa, dan sejujurnya tidak mungkin ada akhir bahagia untuk cerita seperti ini. Dan saya tidak suka dengan akhir yang menyedihkan atau tragedi. Anehnya, saya terus membaca. Penasaran dengan bagaimana si karakter-karakternya melarikan diri dari takdir.

Adegan yang saya paling suka adalah ketika Benji pergi dan menemui Bulan yang saat itu memikat hatinya. Bulan bertanya pada Benji, di mana Cessa? Tentu saja pertanyaan itu dilayangkan karena Benji dan Cessa selalu berdua dan tidak pernah terpisahkan. Lalu Benji menjelaskan bagaimana Cessa beristirahat di rumah karena kelelahan. Bulan pun tiba-tiba merasa seperti istri muda. Entah kenapa pendeskripsian 'istri muda' di sini membawa humor yang ironis bagi saya, hingga membekas di otak saya.

Biasanya, seusai membaca sebuah novel roman itu dampaknya mirip seperti setelah menonton drama serian. Saya akan merasa sedikit galau, atau membayangkan betapa perfect-nya hidup kalau ada cowok seperti tokoh di dalam cerita. Namun entah kenapa, setelah membaca I For You, alih-alih iri saya merasa sangat bersyukur. Kesehatan seringkali kita take for granted. 

Satu hal saja yang saya tidak setujui dari I For You. Sebagai murid fashion design, saya pribadi tidak merasa kondisi Cessa mampu untuk menuntut ilmu di bidang ini. *melirik tangan sendiri yang sudah hancur tertusuk-tusuk jarum dan gunting*

Sudah, kalau saya berbicara lebih banyak, maka saya akan membocorkan ceritanya. Ayo, lebih baik yang penasaran baca saja I For You. Saya mau nyasar-nyasar beli The Truth About Forever. :)

Rating:  

1 comment:

nur gesfam said...

ka orizuka merupakan novelis favorit saya.. apalagi novel yang satu ini. benar-benar keren.. tidak menyangka dengan ending nya saya kira akan sad ending eh ternyata happy ending juga.. hidup ternyata tak harus selalu tentang bahagia.. meskipun kita orang kaya tak akan cukup untuk bisa bahagia.. tokoh surya di dalam novel ini memberi semangat bahwa orang tak punya bisa menjadi orang yang sukses karena otak pintar dan kerja keras.









Numpang promo ya jangan lupa juga buat berkunjung ke blog saya:
obat kista tradisional.
obat pelangsing herbal
terimakasih sebelumnya

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...