Sunday, October 7, 2012

Lapis Lazuli




Lapis Lazuli oleh Fenny Wong - COMING SOON

Teaser-nya bisa diunduh dari sini: http://t.co/nVF6br69



Yang ada di antara kita

hanya sentuh, bukan rasa

hanya cium, bukan kata-kata

hanya saat ini, bukan selamanya.




Berkali-kali, Aran dan Lethia dipaksa untuk memilih. Tapi benarkah mereka memiliki pilihan?

Mereka adalah anggota keluarga kerajaan dengan tanggung jawab pada pundak mereka. Hari-hari dalam kehidupan mereka diwarnai dengan pelarian, sayatan pedang, tetesan darah, dan air mata.

Lapis Lazuli adalah kisah tentang cinta dalam peperangan. Tentang bagaimana perasaan sederhana itu bisa muncul pada waktu yang tidak tepat, kepada orang yang sama sekali salah.


------------


Catatan Penulis:

Ikuti blog ini untuk info giveaway Lapis Lazuli. :)
Buku ini sepertinya akan sampai di toko-toko buku terdekat sekitar akhir Oktober 2012.

Untuk saya pribadi, kalau membicarakan tentang Lapis Lazuli, sulit untuk tidak menjadi sentimentil. 

Saya menulis draf awal untuk novel ini bahkan sebelum saya menulis Moonlight Waltz, novel pertama saya. Setelah novel tersebut diluncurkan, saya berhasil menamatkan draf dari Lapis Lazuli ini. Sementara saya menunggu nasib draf saya ini di tangan penerbit-penerbit, saya menulis naskah lainnya, dan dari sanalah lahir Fleur danHanami.

Suatu hari saya bertanya pada diri saya sendiri, apa alasan saya menulis? Jelas saya mengerti, fantasi sebagai genre Lapis Lazuli masih tidak umum. Dominasi market adalah roman kontemporer, dan tentunya lebih mudah menembus pasar dengan roman. Tapi saya tetap menulis dan menyimpan harapan pada Lapis Lazuli. 

Mengapa? 

Mungkin jawabannya adalah karena bagi saya, menulis adalah bercerita. Menginspirasi orang lain. Naif, saya tahu, tapi rasanya kalau ada satu orang saja yang dapat menikmati cerita yang saya buat, rasanya semua jerih payah menulis telah terbayar. Walaupun tentu saja, diterbitkan adalah poin tambahan, yang membantu saya untuk membuat lebih banyak orang membaca dan mengenal karya saya.

Hingga pada satu titik saya memutuskan untuk meng-upload Lapis Lazuli pada blog saya. Dari awal, hingga akhir. Idenya adalah karena 'menginspirasi orang' yang saya tuliskan di atas. Setiap orang bisa membacanya, menikmatinya, mengunduhnya. Ada yang mengusulkan pada saya, bukankah lebih baik dibuat menjadi e-book? Saya berkata, ditaruh gratis di blog tanpa dijual saja masih jarang yang baca, apalagi kalau dijual? 

Saya mengutarakan semua ini pada teman-teman saya di forum Goodreads, khususnya di grup Kastil Fantasi. Banyak di antaranya telah saya kenal lama di dunia maya. Saya berkata pada mereka, "Terpajang online gratis di blog adalah akhir dari Lapis Lazuli, tapi saya senang bisa menginspirasi orang." Tapi lalu mereka menyanggah, kenapa dipajang online adalah akhir? Bukankah banyak blog yang akhirnya dibukukan? Jangan pantang menyerah dan terus coba ke penerbit-penerbit lain. Maka saya pun, dengan agak ragu-ragu, mendengar dorongan dari rekan-rekan saya tersebut. 

Suatu ketika tidak lama setelah Fleur terbit, sekitar pertengahan Juni, saya menghapus semua cerita Lapis Lazuli dari blog saya. Bukan menyerah yang ada di pikiran saya. Saya hanya berniat untuk menulis ulang semuanya, dari awal. Rekan saya di Goodreads, Mas Marchel, sempat mengoper naskah ini ke agen penulisan, dan walau tidak diambil atau ditangani oleh mereka, saya mendapatkan banyak masukan untuk revisi. Saya pun mulai merevisi. Banyak yang saya ubah, hingga rasanya lebih cocok disebut sebagai tulis ulang daripada revisi.

Lalu Diva Press pun memberikan kesempatan berharga ini pada saya. Bagi saya yang belum menikah, belum punya anak, saya merasa ini seperti baru melahirkan seorang bayi. Yang sudah lama ditunggu-tunggu, yang sempat dipupuskan harapannya di tengah jalan. 

Kini saya hanya berharap cerita ini bisa sampai di tangan teman-teman pembaca. Menjangkau lebih banyak lagi penikmat. Menginspirasi, mengaduk-aduk perasaan. Membuat mereka mendesah puas pada lembar terakhirnya.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...