Monday, October 15, 2012

Lapis Lazuli Trivia: Models Parade



Sebelumnya, izinkan update sinopsis belakang buku untuk Lapis Lazuli:

Pertempuran antara kedua kerajaan yang telah lama berseteru tak terelakkan. Sang putra mahkota, Aran, harus membuktikan bahwa ia memang layak menggantikan posisi ayahandanya. Menjadi raja di Gondvana. Namun, sebelum semua takhta dan kekuasaan beralih padanya, pertempuran dengan Luraxia menjadi ajang pembuktiannya.

Hal yang tabu bagi kerajaan, apabila mengetahui putra mahkotanya menaruh hati pada seorang putri dari kerajaan yang telah lama menjadi rival. Cobaan terberat dirasakan Lethia, ketika ia harus membohongi diri bahwa ia sebenarnya mencintai Aran.

Pertempuran demi pertempuran antara kedua kerajaan, memaksa Aran dan Lethia harus berpisah selama dua tahun. Tak lama, Aran yang mendapatkan kabar bahwa Lethia, wanita yang ia cintai mati karena bunuh diri. Hal ini semakin menambah parah sakit yang ia derita karena terluka saat berada di medan laga.

Kepercayaan Lethia kepada Aran, dan intuisi Aran akan keberadaan kekasihnya itu membawa hal yang tak akan pernah dibayangkan oleh orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Apa kau bersedia menungguku? Walau pada hari aku menjemputmu, tidak ada yang bisa aku persembahkan padamu?

Tiada takhta, tiada harta, hanya cinta dariku.





Trivia time! (baca: iseng)

Mungkin kebanyakan sudah tahu saya menjalani kuliah di bidang fashion design. Terkadang, ketika menulis cerita-cerita tertentu, saya membayangkan model-model favorit saya ketika sedang menulis. Tidak selalu, sih, hanya kalau settingnya memungkinkan saja. Kalau seperti ketika nulis Hanami, kebanyakan yang terbayang adalah artis-artis J-Pop, hehehe.

Jadi, seperti yang pernah saya sebutkan juga di post lainnya yang sejenis, bagi yang tidak suka melihat gambar-gambar yang bakal merusak imajinasi citraan tokoh dalam otak sendiri, mendingan jangan dibaca lebih lanjut postnya ya. :D


Tokoh utama di dalam Lapis Lazuli ada dua: Arleth Blancia Desmares alias Lethia, dan Aldebaran Celbalrai alias Aran. Karena judulnya models parade, saya bakal ngomongin model-model juga tentunya.

Saya ngebayangin Lethia itu seperti Aelwen di Lord of The Rings, tapi Liv Tyler nggak bisa diklasifikasikan sebagai model. Terus kalau model favorit saya, Gemma Ward, mukanya nggak cucok untuk jadi Lethia. Gemma terlalu babyface dan terlalu unearthly. Begitu juga dengan model-model favorit saya lainnya di dunia fashion: Carmen Kass terlalu 'keras', Jessica Stam dan Coco Rocha rasanya kurang mencerminkan kekhasan Arya yang dimiliki Lethia. (Lalu saya pun dirajam tomat oleh para pembaca: woooy jadinya maunya siapa woooy)

Lalu saya pun akhirnya berenang-berenang di website milik Ford Models dan menemukan satu wajah yang sangat cocok....


DANIELLE WINCKWORTH
Agencies- Ford NY, Storm London & Morgan The Agency

Sayangnya dia tidak terlalu beken (untuk ukuran supermodel), kebanyakan jalan di label taraf contemporary market atau junior label: DKNY, Rachel Zoe, Timo Weiland, Erin Fetherston.... Entah kalau di kemudian hari dia bisa terkenal. Menurut saya dia lumayan gorgeous. Mungkin dia kurang x-factor yang bikin para model terlihat edgy? Tapi ketidak-edgy-annya itu yang menurut saya cocok untuk menggambarkan Lethia. Lembut, tanpa sudut runcing. 



Lalu, untuk Aran.

Cowok ini datang dari kerajaan seberang, yang tidak berbagi gen yang sama dengan Lethia. Tidak pirang, matanya tidak biru. Di Gondvana, kebanyakan memiliki kulit tercium matahari dan rambut gelap. Pangeran sulungnya, Aran, pun sama.

Ada satu model dari Brazil yang cucok banget buat jadi Aran:


MARLON TEIXEIRA

Yang ini juga nggak terlalu beken-beken amat. Dia berasal dari Brazil, keturunan campuran Portugis, Amerindian, dan Jepang. Saat ini mendapat rangking ke-35 dari 50 Top International Models. Senjata utamanya adalah tubuhnya dan keseksiannya, seperti semua icon lain yang Brazilian. Dibandingin sama Danielle, dia lebih lumayan, karena dia mampang di label yang cukup ternama seperti Gaultier, Roberto Cavalli, Dolce & Gabbana... foto yang di atas adalah untuk Armani Exchange.


Dia masih muda, deh. Tahun ini 21 tahun. Kelahiran 1991. Model suka kelihatan lebih tua daripada umur mereka sebenarnya. Mungkin karena tinggi badan? Kebanyakan mulai umur 16-an, malah. Ada beberapa foto Marlon di internet ketika dia masih lebih muda, dan badannya belum sejadi sekarang.

Untuk sampingan, karena saya tidak bisa menahan diri, izinkan saya untuk menyebutkan salah satu model cowok favorit saya of all times. Meet...


MATHIAS LAURIDSEN
#1 on Top 50 International Models for more than two years

Yang ini sih...... Super terkenal. Mungkin pecinta menswear sudah hapal dengan wajah dia? Dia adalah muse saya kalau lagi ngerancang untuk pakaian pria. Ciri khasnya adalah codet luka di pipi kirinya. Satu lagi contoh ketidaksempurnaan yang membuat seseorang sempurna. Walau dalam hal ini, dengan atau tanpa codet rasanya Mathias memang irresistible. 


Dia memiliki trait-trait yang mirip Danielle, dan aura yang cocok untuk menjadi Balvier Desmares, kakak kandung seayah-seibu dari Lethia. Balvier Desmares adalah salah satu tokoh kunci yang terlibat perang antara kerajaan Gondvana-Luraxia. Sebagai pangeran sulung dari ratu sah, ia seharusnya mewarisi Luraxia seutuhnya. Namun keadaan membuat kerajaan itu terbagi dengan dua kakak tirinya yang lain, Hugues Desmares dan Rauffe Desmares. 

Balvier sangat menyayangi Lethia, lebih dari apapun yang ia miliki. Namun di luar itu ia sadar sebagai pangeran ia memiliki tanggung jawab, dan itu membuatnya selangkah terlambat dalam merebut Lethia kembali.


Mathias Lauridsen adalah salah satu yang paling terkenal, tentu saja. Dia muncul di iklan parfum Gucci Homme, membuka dan menutup show-show besar seperti Valentino dan Galliano. Namun di tahun-tahun terakhir ini kepopulerannya terkalahkan oleh Baptiste Giabiconi (yang sama sekali bukan tipe model cowok kesukaan saya. Sori, Baptiste.).

Di libur panjang ini, saya dipisah lama dengan mesin-mesin jahit saya, jadinya saya menghibur diri dengan berenang di internet melihat foto-foto. Membuka profil-profil model selalu membuat saya merasa masih berada di dalam dunia fashion, yang dari waktu ke waktu memberikan ketenangan aneh pada diri saya. Bisa dibilang, ini adalah post egois agar saya senang. Tentunya, saya juga berharap yang membaca terhibur, hehe.

Nantikan Lapis Lazuli-nya, ya. Mungkin satu-dua minggu lagi sudah masuk ke toko-toko buku terdekat. :)

2 comments:

Biondy said...

Winckworth is kinda cute ^^ mukanya agak childish di yg foto hitam putih.

untuk Teixiera kayaknya agak terlalu 'keras' untuk ukuran pangeran. Saya malah ngerasa dia cocok jd Finnick di THG.

kalau untuk Lauridsen kayaknya emg cocok jd pangeran :D

Fenny Wong said...

Lauridsen oh Lauridsen *facepalm* my eternal menswear muse.

Iya, Teixeira macho begitu, tapi itu yang ada di bayangan saya kalau ngomongin Aran. Manly, sunkissed skin, dan tapi nggak terlalu 'rough-looking', masih gentleman ala pangeran. :DD

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...