Thursday, September 6, 2012

What They Say of Fleur



Jadi, mungkin pada bertanya-tanya gambar apa di atas?

Apa, pada akhirnya, Fenny akan me-review buku, secara lengkap dan dengan tata bahasa yang benar?!

No, sorry to break all your little hearts, my dear, but I'm not gonna review anything just yet... 
I would love to, but words just would not come out when I try to!
So instead of staring blankly at my screen, trying to think about describing how much I love that paragraph in the book I try to review, I usually just go back writing my own thing....

Anyway. :D

Gambar di atas diambil dari website IKAPI. Ternyata Fleur menang juara 2 Lomba Desain Kaver di acara Islamic Book Fair yang diadakan beberapa waktu yang lalu. Buku-buku yang diletakkan di sampingnya adalah nominasi lainnya untuk kategori lomba ini. Sejauh ini, Fleur mendapatkan feedback yang baik soal kaver. Saya senang, sekaligus lega. Kenapa lega? Karena saya selalu khawatir dengan nasib kaver setiap naskah-naskah saya yang diputuskan terbit.




Mungkin karena saya berpikir, pembaca-pembaca di luar sana juga judge a book by its cover seperti saya. Maklum, saya adalah tipe orang yang rela pergi menyeberangi pulau yang saya tinggali (which is a very small island, by the way) untuk mendapatkan kopi buku The Three Musketeers-nya Alexandre Dumas dengan jenis kaver yang saya inginkan. Maklum, kaver The Three Musketeers yang itu digambar illustrator favorit saya Brett Helquist.

Intinya, kalau saya nggak suka kavernya, saya nggak bakalan beli bukunya (Kasus ini tentunya nggak bisa diterapkan untuk Sherlock Holmes, yang kalau kavernya daun lontar juga saya tetep beli dan baca).

Suara dari belakang berteriak, "BOHONG!!! Dia pesen buku di Book Depository untuk kaver tertentu Sherlock Holmes!"

EHEM. Itu.....

Jadi, kembali ke topik Fleur. Karena kekhawatiran saya yang mungkin bisa dianggap berlebihan itu, saya meng-commission teman saya untuk membuat konsep kaver Fleur. Konsep itu kemudian saya ajukan ke pihak penerbit, yang kemudian mengolah dan mengubah di sana-sini hingga mereka merasa sesuai. Teman saya sedikit-banyak berjasa untuk penghargaan juara 2 lomba ini, dan dengan post ini saya berterima kasih padanya, dan tentunya tim Diva Press lain yang mengfinalisasi kaver ini.

Di luar kavernya sendiri, bagaimana tanggapan orang-orang tentang Fleur? Moonlight Waltz dulu menerima tanggapan yang sangat ekstrim perbedaannya. Yang suka sangat suka, tapi yang nggak suka benar-benar ogah.

Sejauh ini, saya mendapatkan tanggapan yang cukup positif, dan seragam. Dalam artian, yang suka nggak sampai ekstrim (apakah karena lebih tidak relate able dibanding Moonlight Waltz?), yang nggak suka nggak pernah sampai benci. Kebanyakan suka dengan tokoh Alford, walau ada juga satu-dua orang yang tetap benci hingga detik akhir. Kebanyakan bilang narasinya keju, dan saya tidak bisa menyangkal. Kebanyakan bilang tragis dan menyentuh, dan saya tersanjung.

Bisa disimak beberapa review menarik tentang Fleur di Goodreads. Ada juga yang membahas tentang ini di blog pribadi mereka, seperti yang dilakukan oleh klubbaca. Saya sangat suka mendengar apa yang dikatakan orang tentang karangan-karangan saya, jadi kalau ada yang ingin disampaikan, jangan ragu. Kalau pingin praktis, di Twitter atau Facebook juga boleh. :)


Cheers!


No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...