Monday, August 27, 2012

Hanami


Coming soon this September in your nearest bookstore.



Kepada Sakura

 Kau adalah hangat. Padamu aku temukan dunia yang ramai dan selalu bahagia. Kau adalah rumah. Tempat aku menitipkan tawa kanak-kanakku, juga menyimpan mimpi tentang sebuah masa depan. Suatu hari, mungkin rumahku tidak lagi kau. Tidak bisa dan tidak mungkin. Kau hanyalah rumah tempat aku menyimpan berpuluh-puluh frame yang tidak akan lapuk karena waktu. Tempat aku selalu kembali meski mungkin kau tidak lagi berada di sana.
| Keigo

 Kau datang menjelma sepi. Lalu, pergi meninggalkanku dalam gigil. Gadis polos dalam kamuflase musim semi, aku membencimu. Tak ada kau dan aku dalam cerita masa depan. Itulah mengapa aku memilih menjauh. Namun, kau tahu, hingga mana pun jauh mengantar langkahku, ternyata tak pernah ada yang menamai rindu milikku, sesempurna kau menamainya. Dan, membuatnya akan selalu menjadi milikmu.
| Sakamura Jin

Saturday, August 25, 2012

Blanche Adnet

Written for Kastil Fantasi August 2012 challange, with the theme "red and white".
Enjoy. :)



Blanche Adnet

Adnet sering berkata, tidak ada yang sesempurna diriku.

Pria yang paling kusayangi itu mengatakannya setiap kali aku terbangun di atas ranjang operasinya. Saat-saat seperti itu, ia akan merengkuhku dan melompat kegirangan, karena ia berhasil menanamkan pisau di sela buku-buku jariku. Atau racun di belakang bibirku.


Ia berkata karena kesempurnaan itu, aku dipinangnya. Tidak ada yang lebih cocok daripada diriku untuk menjadi istrinya. Ia membawaku ke kapel yang ia bilang menyaingi indahnya Notre Dame, mengucap sumpahnya untukku. Lalu pada hari-hari awal pernikahan kami, ia membawaku berjalan-jalan setiap akhir pekan. Pagi hari, ketika trotoar Paris baru disinari matahari terbit. Atau siang, ketika ia terduduk di depan puing-puing Eiffel, berkata ketika Adnet muda, beratus-ratus tahun yang lalu, menara itu pernah berdiri tegap. Kemudian malam hari, ketika ia membawaku pulang, namun tidak sebelum membelikanku kue — manisan dari telur dan terigu. Adnet berkata seleraku mahal dan kuno; namun ia tidak pernah mengomel.

Namun hari-hari terakhir, Adnet lebih sering berada di ruangan putihnya di bawah tanah. Ketika aku memanggilnya, mengingatkannya atas pil keabadian yang tidak boleh lupa ia minum, ia menghardikku kasar. Ia mengusirku. Ia berkata aku mengganggu penelitiannya.

Gadis setengah telanjang terbaring di atas ranjangnya. Kabel-kabel masuk dan keluar dari tubuhnya. Dan gadis itu bukan aku.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...