Tuesday, April 5, 2011

Friendship

"You must remember, family is often born of blood, but it doesn't depend on blood. Nor is it exclusive of friendship. Family members can be your best friends, you know. And best friends, whether or not they are related to you, can be your family."
From The Mysterious Benedict Society by Trenton Lee Stewart


Menurutku di dunia ini ada tiga pendekatan yang bisa dimiliki seseorang tentang teman.

Yang pertama: orang yang memiliki teman, dan menghargai teman itu (atau mungkin sampai menganggap mereka seperti family, seperti yang dijabarkan di dalam quote di atas). 

Tipe paling naas, menurutku. Mengapa? Karena jenis orang seperti ini jarang, dan jika kau adalah orang jenis pertama, temanmu itu belum tentu orang jenis pertama juga. Dan kalau temanmu adalah jenis kedua atau jenis ketiga, maka kemungkinan paling besar, mereka tidak menganggapmu keluarga seperti kamu menganggap mereka keluarga.

Tipe seperti ini mudah percaya pada orang lain, dan kemungkinan besar juga dekat dengan keluarga, menganggap keluarga sebagai teman sendiri. Jika tidak dekat dengan keluarga, mereka malah akan tambah dekat dengan teman-teman mereka, sangat dekat hingga kalau dikecewakan, mungkin akan berubah menjadi tipe kedua.




Tipe kedua: orang yang memiliki teman, bersenang-senang bersamanya, tapi semuanya hanya di permukaan saja.

Jujur saja, tidak jarang yang seperti ini kan? Pada masa sekolah, di satu kelas punya teman dekat, naik kelas dan pindah ke kelas lain, teman dekat berganti, tapi tidak dekat dengan teman dulu. Tidak ada keterikatan, hanya tawa dan canda, tapi tidak berbagi hal yang personal.

Aku pernah mendengar orang bertanya pada orang tipe seperti ini. Sang penanya adalah orang tipe pertama, yang curious  atas ketidakmampuan sang penjawab untuk menyayangi seperti dirinya menyayangi teman-temannya.

"Kenapa ga mau deket sama orang-orang sih?"
Jawabannya begitu santai, dan sebagai orang tipe pertama sendiri,... aku agak terkesima.
"Soalnya kalau deket, pasti lebih repot. Kalau cuma di permukaan aja main bareng, dia nggak akan ngerepotin kita. Kalau deket, pasti punya keharusan untuk membantu, untuk berbagi. Sekarang udah enak seperti ini, nggak perlu jadi repot, jadi nggak perlu temen deket."
Apapun alasan awalnya, pokoknya ujung-ujungnya jatuh ke satu alasan, karena takut disakiti kalau terlalu dekat.

Sedangkan tipe yang ketiga.... tipe orang yang ingin sekali punya temen deket, tapi tidak pernah ketemu yang bisa sampe deket banget karena semua orang yang dia temuin adalah orang tipe kedua.
Tipe seperti ini kalau terus-terusan nggak ketemu orang tipe pertama, bisa berubah menjadi orang tipe kedua, yang emang nggak punya temen deket karena keinginan sendiri. Seiring waktu berjalan, ia akan menyamaratakan semua orang sebagai tipe kedua, walaupun orang itu sebenarnya adalah tipe pertama.


....anyway, what am I doing posting something like this? :|

Have a nice week everyone.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...