Wednesday, February 24, 2010

Friends Forever

Dalam percakapan singkat antara aku dan teman-teman, aku menangkap bahwa dalam pandangan mereka, kata-kata 'friends forever' itu hanyalah seonggok mimpi belaka.

Mungkin para pembaca bisa berpikir: oh, si Fenny, kan dia penulis. Jadi suka 'bermimpi'. Tapi apakah mempunyai teman yang begitu apet hingga akhir menghembus napas itu memang hanya mimpi? Apa ini aku yang terlalu pemimpi, atau mereka yang terlalu realistis?

Sering kulihat film atau komik di mana anak-anak satu gang sangat amat apet, main bareng, ke mana-mana bersama. Lalu lompat ke bertahun-tahun kemudian saat mereka sudah punya anak dan keluarga masing-masing, mereka akan saling menyapa di jalan dan berkata, "Hei, sudah xx lamanya kita ga ketemu, gimana kabar lo akhir-akhir ini?" Lalu apakah ini mengatakan jika kita sudah dewasa nanti, yang namanya koneksi dengan teman itu akan putus?

Aku sangat menikmati SMA. Pernah ada orang bilang, "Fen, lo kecepetan nganggep seseorang sebagai sahabat. Kadang-kadang mereka nggak balik memandang lo gitu. Yang ada lo sakit hati sendiri, kan? Apa bedanya sama cinta bertepuk sebelah tangan versi temenan?"

Tapi bener, aku nggak pernah kapok kok. Menurutku temenan itu amat menyenangkan, dan aku sangat enjoy punya temen sedikit yang apet daripada temen banyak tapi cuma di surface level. Aku harap waktu tua dan punya anak nanti aku nggak hanya punya keluarga yang harmonis, tapi juga teman-teman yang solider, seperti teman-teman yang kupunya waktu SMA. Orang-orang berkata, kalau udah kuliah, semuanya individualistis, nggak ada acara kayak SMA. "Apalagi kalau di luar negeri. Kamu mau ke Melbourne, kan?" kata orang lain menimpali.

Ini adalah salah satu alasan kenapa aku sangat tidak ingin meninggalkan SMA. Apa indahnya temenan memang hanya sebatas hingga SMA 3? Apa memang ada, norma yang mengatakan orang dewasa tidak boleh mempunyai temen-temen segeng yang kompak? Hmmm?

Sesulit apapun itu, jika kita berusaha, kita bisa. Menjaga suatu hubungan dimulai dari komunikasi. Untuk menjalin hubungan agak tidak terputus, dilakukan komunikasi yang berulang yang tidak berhenti. Jangankan teman, jika keluarga memutuskan komunikasi, maka menurutku hubungan itu juga akan putus. Jika kita bisa memelihara komunikasi dengan keluarga, maka sama saja kita bisa memelihara komunikasi dengan teman.

Menurutku, 'Friends Forever' itu memang ada.
Marilah kita berandai-andai... dan jangan pernah berhenti bermimpi.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...