Sunday, November 29, 2009

fascinating

There's only one thing to do,
Three words for you
I love you
1,2,3,4 -- Plain White T's





creative. very creative. :)

Friday, November 20, 2009

Universitas

To think about it…

Kalau dikelompokkan secara umum, teman-teman gua semua bisa dibagi menjadi tiga kelompok kalau menyangkut pandangan tentang universitas:

1. Universitas = Jalan Menuju Kemapanan


Di satu sisi, gua setuju dengan pandangan ini…. Sejujur-jujurnya, ketika memilih major buat univ nanti, mau nggak mau pasti gua kepikiran soal, ‘Apa jurusan ini bisa make money nantinya? Apa dengan masuk jurusan ini masa depan gua akan terjamin?’


Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa orang tua gua kurang setuju gua masuk fashion design. Kurang terjamin, kah? Lalu, apa semua pandangan itu lantas ngebuat jurusan seperti kedokteran dan arsitektur jadi yang terbaik — dan setelah masuk ke jurusan-jurusan seperti itu hidup mapan akan terjamin?


Walaupun muncul teori ‘Jadi apapun nantinya, yang sukses memang cuma sedikit dari sekian banyak orang. Nggak ada jurusan yang lebih memungkinkan untuk sukses/mapan. Semua probability-nya sama….’


Tapi despite teori itu… tetep aja kita sering takut. Apa benar ngambil — katakanlah — jurusan dokter/arsitek itu paling terjamin? Yang ada kepikiran terus. Lalu ujung-ujungnya, ‘cari aman’, masuk salah satu jurusan tersebut hanya karena merasa terjamin kemapanan. Bukan berarti gua bilang jurusan dokter atau arsitek itu jelek. Gua sepenuhnya mengerti ada sebagian orang yang ngambil jurusan itu karena mereka merasa terpanggil. Atau memang itu passion mereka yang terdalam. I’m not referring to ALL cases.


Dan mungkin sebagian dari diri gua setengah sadar setuju akan pandangan bahwa memilih jurusan itu berpengaruh pada kemapanan masa depan…. Buktinya, gua benar-benar ragu waktu memutuskan untuk ngambil sastra inggris sebagai major atau tidak. Nantinya mau kerja jadi apa? Nantinya gimana caranya biar mapan dengan bermodalkan sertifikat itu?


2. Universitas = Ajang Mengejar Passion


Kemelut lain adalah setelah setengah dari otak gua percaya pada teori pertama, gua juga kalut dengan teori kedua ini. Lalu apakah dengan ‘cari aman supaya mapan’ tadi, gua harus mengorbankan passion yang selama ini gua kejar? Walau misalnya seandainya jawabannya iya sekalipun, gua pasti nggak akan rela.


Teman-teman gua yang berpendapat gini pernah ngomong…


“Jangan salah Fen. Universitas jalan menuju kemapanan my a$$. Abis loe universitas, loe kerja apa kadang nggak ada hubungannya juga kok sama loe ngambil jurusan apa. Justru universitas itu tempat di mana loe belajar yang loe suka!”



Dan timbullah sebuah benang kusut yang tambah kusut di otak gua…. Lho, kenapa bingung?


Ya bingung…. Gua suka fashion. Amat. Dan telah menekuninya. Juga suka nulis. Amat. Dan telah menekuninya. (Sampai di sini, otak gua merumuskan rumus 2: Universitas = Ajang Mengejar Passion)


Dan gua juga sangat amat mengerti, jurusan basic seperti management itu bisa dibilang adalah ilmu yang sangat berguna. (Dan di sinilah mulai muncul rumus 1: Universitas = Jalan Menuju Kemapanan)




Sebagian temen-temen lain yang tidak masuk tipe 1 dan tipe 2, merumuskan tipe 3 versi mereka:

3. Universitas = Last Minute Decision

Intinya… daftar aja semua baru nanti terakhir putusinnya.


Nhaaa… kalau menurut loe gimana?

Monday, November 9, 2009

so true.

i want to change the world. to do that, i must change my world. to do that, i must change... myself.

-- my brother :)

Saturday, November 7, 2009

Featured~

Moonlight Waltz ada di kolom 'Buku Baru'....

di Cosmogirl! November 2009...



Ini pertama kali di-featured, I got a little bit more excited than usual. :p I guess I'm not used to publication.



Kalau ada yang ngeliat Moonlight Waltz masuk majalah lagi, kabar kabari yaa... berhubung gua jarang ngeliat majalah nih~

Monday, October 26, 2009

Short Story #1 Tadaima

Hey,
recently I've been surfing on Lautan Indonesia forum. Daaan, salah satu member di sana, clickdian, buat sebuah thread di mana kita bisa post cerpen-cerpen bikinan kita, dengan sebuah tema yang disamakan. Hasilnya adalah kumpulan cerita-cerita menarik. Sejujurnya, sudah lama sejak gua nulis cerpen lagi... dan sesuatu yang seperti ini ternyata bisa bener-bener ngedorong gua untuk nulis. I feel inspired.

I contributed mine. If you wish to read it, but is too lazy to surf the thread, you can just download it. (Kalau di post di sini langsung, tampaknya kurang enak buat dibaca. Ya, salahin templatenya. Gua akan ganti dalam waktu dekat :p)

Forgive me about the slow updates,

XO.

Sunday, August 16, 2009

Sungha Jung

Okay, I actually came across this boy a little while ago, but I've decided to talk about him here....

Wait. Hahaha... To think about it, beside the fact that he's a child prodigy, I know nothing about him. But watching him on Youtube makes me think about Aldo, one of my novel's character (look at my last post).

'Nuff said. Just watch the video~ or just surf him on Youtube.



And this is him, playing a song he composed for his dog... how cute!

Monday, July 27, 2009

Published!


Moonlight Waltz

by: Fenny Wong



Support dengan beli bukunya yaaaa.. :D
Cari di toko-toko buku di kotamu!

Pandangan Arlin terhadap piano berubah sejak Dora—adiknya—mengajaknya nonton konser Brunhilde Zimmermann, pianis terkenal asal Jerman di Sabuga. Saat itu, alunan permainan piano dari Aldo—teman sekelas Arlin di sekolah—yang menjadi guest pianist di acara tersebut tanpa sengaja ‘menyihir’ Arlin.

Sejak perkenalan itulah, hubungan Arlin dan Aldo semakin erat dan berbuah persahabatan. Meski Aldo adalah anak yang susah ditebak, namun satu hal yang bisa dipastikan oleh Arlin, ia seorang pekerja keras sejati. Aldo rela mengorbankan apa saja demi sesuatu yang disukainya.

Meski sudah setahun mereka menjadi sepasang sahabat, tapi banyak hal yang belum diketahui Arlin tentang Aldo. Termasuk tentang Liora, cewek kalem yang belakangan baru diketahui adalah mantannya Aldo.

Keberadaan Liora ternyata jauh dari bayangan Arlin. Liora bukan hanya sekadar mantan yang mudah dilupakan begitu saja. Tetapi, Liora adalah cewek yang selalu ada di hati Aldo. Meski Aldo sering kali menolak keberadaan rasa cintanya terhadap Liora, namun sorot mata Aldo tidak bisa berbohong.

Hal inilah yang menjadi awal kegundahan Arlin terhadap Aldo dan tentunya Liora. Cewek ini berhasil mendapatkan perhatian istimewa dari Aldo. Arlin merasa terusik dengan hadirnya Liora. Tidak hanya itu, Arlin juga merasa tidak bisa lagi berduaan dengan Aldo. Selalu saja ada Liora di antara mereka, meski keberadaan Liora hanya sebatas dalam hati Aldo.

Kisah persahabatan Arlin dan Aldo seketika berubah menjadi sebuah dilema. Arlin merasa ikatan yang ada di antara Aldo dan Liora begitu kuat. Sesuatu yang menyatukan mereka tak akan menghilangkan cinta di antara mereka. Sanggupkah Arlin melewati ikatan di antara Aldo dan Liora?

Baca kisahnya dalam novel Moonlight Waltz karya Fenny Wong yang diterbitkan oleh GagasMedia. Novel ini tidak sekadar menceritakan kisah cinta antara Arlin, Aldo, dan Liora saja. Lebih dari itu, novel ini berisi tentang ambisi dan keyakinan seorang remaja untuk menemukan dan meraih apa yang sebenarnya ia impikan. Meski banyak hal yang menjadi penghalang, namun kegigihan dan keyakinan akan membuahkan hasil yang diinginkan.

Thursday, June 11, 2009

judging people

I know what they were thinking, but why should it matter as long as I can sing? It's not a beauty contest. -- Susan Boyle, The Sunday Times
Gua baru nonton video Susan Boyle (link)setelah ngeliat kakak nge-tweet soal itu.

Mungkin ironis untuk gua buat bilang, 'jangan nge-judge orang lewat penampilannya!' karena itu adalah hal yang gua lakukan di bagian awal-awal video. Gua ngeliat Susan makan sandwich, ngomong dengan gaya yang nyentrik, dan terlihat misplaced. Gua sama seperti para juri dan penonton, yang ngeliat dia dengan skeptisnya sebelum dia nyanyi.

Dan gua sama-sama terkejutnya, kagetnya, malunya... sama mereka waktu gua ngedenger suara Susan. Mungkin, seperti yang juri cewek Britain's Got Talent, Amanda, bilang, "This is the biggest wake-up call ever."

Modern society is too quick to judge people on their appearances. [...] There is not much you can do about it; it is the way they think; it is the way they are. But maybe this could teach them a lesson, or set an example. -- Susan Boyle, The Washington Post

Terkadang berada di dunia itu menyenangkan dan menyebalkan di saat yang bersamaan.... Dan ketika lu diberi penampilan yang baik sama Tuhan, maka kita bisa dengan gampang melihat orang lain dengan skeptis atau sinis.

Gua pikir Susan milih lagu I Dreamed a Dream by Les Miserables ada alasannya.... Dia single hingga umurnya yang kini, 47 tahun. Mungkin kalimat-kalimat sedih I Dreamed a Dream,

And still I dream he'll come to me
That we will live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather

Catch my drift? Truly a sad song. A beautiful sad song.

Wednesday, June 10, 2009

A perfect quote that reflects me!

Selama ini orang-orang punya kata-kata/quotes yang melambangkan diri mereka, 'personal quotes'... but i never had one. Hari ini aku baca Teenlit Gramedia yang berjudul Incognito (it's surprisingly good by the way!) tentang perjalanan waktu. Di cerita itu mereka ketemu sama Mark Twain, yang mengatakan hal yang aku banget... dan setelah look-up di google, ternyata Mark did said it:

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do.... Selama ini, aku mengambil banyak keputusan dari prinsip itu. Di masa depan, ketika aku liat ke belakang, apa aku akan menyesal nggak melakukan ini? Apa aku akan termenung dan berpikir pada diri sendiri, "Harusnya waktu itu lakuin aja. Toh sekarang kalau dipikir lagi, nggak akan ada orang yang nginget-nginget." Walau gitu, yaaa tetep aja hal ini terbatas pada hal-hal tertentu. Ada jenis-jenis hal yang jelas nggak bisa dicoba. Tetapi buat yang bisa, dan ngga dilakuin karena takut sama pandangan orang, atau karena SIMPLY takut?

Banyak keputusan yang aku ambil dibilang sama orang lain 'gila' atau 'nggak tahu malu'... ada juga yang jadi dicap 'gokil'. Tetapi aku hingga saat ini nggak nyesalin apa yang aku lakuin. Mungkin ada satu titik di mana aku menyesal, tapi dengan cepat aku nggak menyesal lagi waktu mikirin, suatu saat aku akan ngeliat ke belakang dan itu jadi salah satu pengalaman berharga aku. Pengalaman yang malah bikin aku tersenyum, ketawa, dan bisa kuceritain dengan gembira dan menggebu-gebu buat anak dan cucu. :p

So I think I really shouldn't regret about things that I did. It's good that I did it. Even if it's bad ones it still gave you something to learn! And without those I wouldn't be the me now.... Kalau apa yang kulakukan di masa lalu itu jelek, then, gua bisa belajar dari situ untuk ngelakuin yang lebih baik. Kalau nggak pernah ngerasain yang jelek, lalu, gimana gua bisa tahu yang mana yang bagus?

Sunday, May 31, 2009

Traffic

I've recently been occupied with my study, and things other than that such as learning to drive. I've became 17 last February, and that meant I could start driving.

It upsets me now when I can already drive; I found out that the city where I'm living in, Bandung, has the worst infrastructure ever. For those who lives in USA, Bandung may be a small town, but for us Indonesian, Bandung is one of the largest city around. But that didn't change the fact that Bandung is loaded with a ridiculous amount of motorcycles, mass transportation called Angkot, traditional becaks, and even horses! Combine those in a small road, and congratulations, you've got your jam.

And another thing is, they really love HONKING! I hate the sound, it really gets on my nerves....

P.S. I change the URL, to fennywongjournal.blogspot.com. I just thought I had to make another blog about my fashion creation with the old URL, so yeah.

Sunday, March 22, 2009

impossibly possible

this may sound as cliche as it is, but,

Nothing is impossible in this life. The only impossible thing is to turn something possible impossible.

Sunday, March 1, 2009

mengubah pandangan

Happiness is a way of travel, not a destination.

--- Roy M. Goodman

Wednesday, February 18, 2009

of future dreams

What I'm listening to: Otsuka Ai -- Planetarium




Lately, I've been doing some thinking.
To think about it, it's been almost three years since I last got together with my big brother and his wife, who's now Americans. Time flies so fast.... And now I'm already 17, and everybody's been asking me what I wanted to do in the future, for life.

I know, lightning-fast, it will be all in front of my eyes: final examinations, the graduation... and real life. I must accept the fact that I slowly became a grown-up. Since I was 14, I wanted to become a fashion designer. I was so sure, that was what I wanted to do for living. I quickly took extra courses of sewing and studied a lot about fashion, even to the point of buying magazines like VOGUE (which costs so much, and I ended up buying those that on sale). I loved it in every way... I spent my days at school drawing fashion illustration. I talked about it all day with my friends that shared same interest.

But then again, now, my eyes slowly opened and I realized that adult world isn't as clean as I thought. I know the fashion world is so glamorous and shiny, that it can outshine my old innocent self. I don't know whether I can survive in a world like that. To think about it, it's not just fashion --- when we're grown up, things around us suddenly become real and painful.

I really didn't have a plan on which university I want to attend. I just wanted to study in a good place, meeting new people and experience living in another side of the world. When I think about it now, I thought that was a little bit egoistic of me.... Besides the fact that using my parents' money always make me feel guilty, I also think about how they will feel lonely when I'm not around. Just like how I feel right now.

It's just three of us in this big house, and it's already very quiet. If I leave, then it's just two of them.... Even if my second brother's in town, but still, with his business and wife, he can't be around too much.

My friend Anjela once said, that she wanted to take up fashion in Singapore too. But she didn't want to be a big designer, and leave the house for too long or too far. She's the smallest girl in her family, and everybody loves her, so she didn't want to. I couldn't understand her that time, but now I kind of understand.... She said, don't care on how you're happy with your career, if you're alone, then it all means nothing.

If I take up fashion, it would mean I have to go to a very far place for study. Is that good? Or not? Actually, in this life, what do we have to go after for? Is it career? Or is it family? If I give up my dream and career, would it mean that I lose the battle? Is there any battle to begin with?

Romance of Three Kingdom's Overture said, that "Life is like a dream, why must you try that hard?"
Similar to Buddhist saying, "Life is empty. Everything in life is also empty. Empty is full, full is empty."
But! If we live our life that way, then why should we live?

My dad said, we cannot translate it literally.... Those sayings just want us not to be greedy, and relax with our life a little bit more.

Tuesday, February 17, 2009

Finally....

>> Fenny's Style Blog -- Young Missy <<

Akhirnyaaaa. Gua bikin style blog juga! Gua dulu pernah bikin website tentang pokemon, dan servernya nebeng ke server punya koko, jadi segalanya leluasa banget. Domain beli murah buat setaun.... Tapi kini yang gua bikin adalah blog, dan ternyata pengkodeannya sama sekali berbeda.

Edit-edit template blogspot itu ternyata juga harus masukin kode-kode PHP khusus blogger.... dan gua sama sekali nge-blank kalau tentang PHP (selama ini cuma main HTML sama CSS). Tapi akhirnya, setelah 2 jam berkutat ngedit gambar dan skin yang didapet dari Blogskin, lalu berusaha masukin fitur komen, akhirnya BERHASIL JUGAAAA....

I'm so happy.

Thursday, January 22, 2009

overture

Romance of the Three Kingdom,
Overture.


O so vast, O so mighty,

The Great River rolls to sea,

Flowers do waves thrash,

Heroes do sands smash,

When all the dreams drain,

Same are loss and gain.

Green mountains remain,

Under pink sunsets,

Hoary fishers and woodcutters,

Along the banks, find calm water,

In autumn moon or in spring wind,

By the wine jars, fill porcelain.

Discuss talk and tale,

Only laugh and gale..



------------------

念 奴 娇 · 赤 壁 怀 古
苏 轼

大 江 东 去 , 浪 淘 尽 , 千 古 风 流 人 物 。

故 垒 西 边 , 人 道 是 : 三 国 周 郎 赤 壁 。

乱 石 穿 空 , 惊 涛 拍 岸 , 卷 起 千 堆 雪 。

江 山 如 画 , 一 时 多 少 豪 杰 。

遥 想 公 瑾 当 年 , 小 乔 初 嫁 了 , 雄 姿 英 发 。

羽 扇 纶 巾 , 谈 笑 间 , 樯 橹 灰 飞 烟 灭 。

故 国 神 游 , 多 情 应 笑 我 , 早 生 华 发 。

人 生 如 梦 , 一 尊 还 酹 江 月 。



------------------

My dad said, 30% of something that's translated will have its true meaning vanished.
I guess it's so true. The chinese original version of the overture is much more beautiful, meaningful.




Sunday, January 11, 2009

Romance of Three Kingdoms

Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei



It's been a long-time fascination to me, but let me write this down here....

Sebagai seorang penulis amatiran, gua mengagumi karya-karya besar. Sekarang di blog gua ini, gua juga ingin membahas tentang versi gua tentang "Karya-karya Sastra Sepanjang Masa" versi Fenny Wong.

Dimulai dari sastra yang berdasar dari sejarah, tepatnya perang yang dimulai dari abad ke-2 hingga akhir abad ke-3 ini: Romance of the Three Kingdoms. Ditulis di abad ke-14, orang-orang Tionghua di Indonesia menyebutnya Samkok. Sebenarnya bila dilafalkan orang Tionghua asli, akan berbunyi "Shan Guo Yan Yi" alias 三国演义.


Kenapa ini bisa dibilang sebagai salah satu karya sastra terbaik sepanjang masa?

Romance of the Three Kingdoms (kita sebut saja RotTK supaya singkat) adalah salah satu dari empat sastra yang dianggap terbaik dari China. Yang salah satunya tentu saja sudah familiar, Journey to The West. Yang lainnya adalah Tepi Air, yang kalau lu adalah seorang gamer, pasti mengenal Genso Suikoden yang dibuat berdasarkan ini. Yang terakhir adalah Dream of Red Chamber, yang mengulik intrik-intrik dalam sebuah keluarga dan romansanya.

RotTK memuat semua yang lu inginkan. Kalau lu pernah membaca atau tahu taktik-taktik memukau yang dipakai Shanaou Yoshitsune, kira-kira seperti itulah isi RotTK. Ini sudah melekat di otak gua sejak kecil, ketika kakak gua menceritakan gua tentang taktik "Benteng Kosong".
Taktisian Zhuge Liang mengosongkan bentengnya dan menyuruh prajuritnya menyamar sebagai rakyat biasa dan menyapu jalan. Sementara itu, dia sendiri bermain kecapi di atas bersama anaknya. Taktisian Sima Yi, yang sudah sering jatuh ke dalam perangkap Zhuge Liang, curiga akan hal ini. Ia berpikir bahwa Zhuge Liang justru sudah menyiapkan pasukan besar untuk menyerang dirinya di dalam benteng kosong itu. Maka ia pun mundur dan tidak jadi menyerang.
Itu hanya salah satu dari banyak taktik-taktik perang memukau di dalam RotTK....

RotTK sendiri, sudah mempengaruhi kehidupan masa kini sedemikian rupa. RotTK lahir dalam bentuk novel terjemahan, yang sudah keluar di Indonesia sendiri. Bagi yang nggak tahan baca novel, sudah keluar dalam bentuk komik bergaya china, dan bergaya manga juga. Bagi yang sudah pernah baca Legenda Naga (yang sekarang udah nyampe no. 30-an atau 40-an dan nggak tamat-tamat), itu dibuat berdasarkan RotTK ini, cuma ditambahin bumbu-bumbu ini itu.

Bagi gamer, dikeluarkan juga sederet game yang nggak kalah dari Genso Suikoden yang berdasar dari Tepi Air, lho. Dynasty Warrior Series contohnya. Belum lagi game yang bikin kakak gua kecanduan, Romance of the Three Kingdoms Series. Bahkan dibuat juga online game-nya. Mungkin masih banyak tapi gua udah nggak kepikiran lagi....

Semakin maraknya perfilman China, dimulai dari Crouching Tiger Hidden Dragon, memicu timbulnya film-film yang berdasar dari RotTK juga. Baru-baru ini gua nonton Red Cliff, yang membuat Takeshi Kaneshiro makin mengesankan karena memainkan tokoh favorit gua, Zhuge Liang.... Waduh, ngelantur nih.

Ada peribahasa, "少不讀水滸, 老不讀三國", yang artinya "Pemuda tidak sebaiknya membaca Tepi Air, dan yang berumur tidak sebaiknya membaca Romance of the Three Kingdoms." RotTK penuh dengan cara-cara bagaimana menipu, menjebak, taktik menyerang, dan kekerasan-kekerasan yang mungkin bisa membuat para tetua tidak setuju.

Tapi dengan jujur gua mengatakan,
Romance of the Three Kingdoms rocks... my... socks.... =D

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...