Rabu, 18 April 2012
Testing My RSS
The RSS feed has been error all the time... and is trying to fix it. Please leave a comment down below if you don't see my feed in your reader! :D
Fleur
Fleur by Fenny Wong
Coming Soon this April in your nearest bookstores
“…Walau hingga kehidupan yang keberapa pun kalian saling mencintai, hingga kehidupan yang keberapa pun juga aku akan mengalahkanmu, merebutnya darimu!”
Florence Ackerley sadar bahwa hidupnya ditentukan kehidupannya di masa lalu. Dua lelaki dalam hidupnya --- George, kakak angkatnya, dan Alford, tunangannya, terlibat di dalam untaian takdir itu. Keegoisan dan saling silang kepentingan membuat kutukan saling berbenturan. Hingga kehidupan yang keberapapun, tetap sama.
Fleur memadukan latar Victorian dengan bumbu dongeng ala peri, menawarkan kecapan fantasi yang segar pada romansa penuh lika-liku.
Florence Ackerley sadar bahwa hidupnya ditentukan kehidupannya di masa lalu. Dua lelaki dalam hidupnya --- George, kakak angkatnya, dan Alford, tunangannya, terlibat di dalam untaian takdir itu. Keegoisan dan saling silang kepentingan membuat kutukan saling berbenturan. Hingga kehidupan yang keberapapun, tetap sama.
Fleur memadukan latar Victorian dengan bumbu dongeng ala peri, menawarkan kecapan fantasi yang segar pada romansa penuh lika-liku.
Senin, 16 April 2012
Lexica : Entri Fantasy Fiesta 2012
Gerbang Fantasy Fiesta 2012 sudah dibuka. Seperti tahun-tahun lalu, saya ikutan lagi tahun ini. (Lihat entri saya untuk Fanfes 2010: Arrakis, dan Fanfes 2011: Lophelia) Tadinya sudah berniat nggak ikutan, karena deadline-nya jatuh berdekatan dengan tugas akhir. Kalau mepet-mepet saya belom ada ide, maunya lewat aja.....
Tapi entah karena wangsiat apa kemarin malam saya bergadang menulis ini. Lalu saya bolos kuliah. *geplak
Enjoy.
-----------------------------
Tapi entah karena wangsiat apa kemarin malam saya bergadang menulis ini. Lalu saya bolos kuliah. *geplak
Enjoy.
-----------------------------
LEXICA
Status
Aister Ravedine: kesadaran kembali dalam lima... empat... tiga... dua... satu.
Kandungan energi
Zoc dalam tubuh: 80%.
Suara sorak sorai dan tawa mabuk
dari kedai di lantai bawah membangunkan Aister dari mimpi buruk. Ia juga
merasakan kehadiran seseorang di ambang pintunya. Walau hanya dalam cahaya
lilin, ia segera mengenali Faucilon. Mungkin karena gesturnya yang kasar, atau
pembawaannya yang menarik perhatian. Sorot matanya yang biasa dipenuhi
keberanian itu malam ini redup di tengah remang.
Labels:
fantasy fiesta,
short stories,
writing
Sabtu, 12 November 2011
Pride and Prejudice: a quick review
I honestly thought there's something wrong with me not to be crazy over this piece of classic like everybody else.....
Yet, this is how I really think of it: it was good, 'agreeable' in Austenian word, but not enough so to make me totally engrossed. I picked it up last holiday and got into it soon after I watched the movie. I've heard about it so much, and the movie was okay, so I thought I would have better pleasure in reading the book. It was almost always that books were better than movie adaptation, no?
But here I am giving the book three books, I also thought that it was only 'okay'. Forgive me, Austen fans. The first volume of the book bored me, the second one enchanted me enough to make me went through it in a night, the third one was not as great as the second. I confess I fancy Mr. Darcy just like any other woman reading Pride and Prejudice. Elizabeth herself was amiable, and the chemistry between Lizzy and Darcy was one of the most interesting thing in the book. Austen built it slowly and gradually, and as Darcy said, it was not known when it has started, when we're all aware, they're already in the middle of it. I am incapable of finding any romance book that build the chemistry between their couple like in Pride and Prejudice. Though, the slow paced plot and extensive, somewhat irrelevant narration at times bored me, and lured me to put down the book, again and again.
Perhaps I didn't like it as much because it reminded me that our modern life, was just as slow paced and irrelevant.....
Sabtu, 05 November 2011
Polaris
Konon bagi setiap
penduduk yang menjejak tanah Selatan, mereka pasti tahu nama Arshag. Kerajaan Arshag
adalah yang terbesar di sana, dipimpin oleh seorang raja muda yang bengis, Rustam
Arshag, pemimpin bangsa Jin Hitam. Untuk mendapatkan kedudukan itu dia
mengelabui banyak orang, membunuh saudara-saudara hingga orang tuanya sendiri.
Tapi bukan si
raja picik itu yang menjadi tokoh utama cerita kita. Tokoh utama kita adalah
putri Sevda Ezdemir dari kerajaan kecil di samping Kerajaan Arshag. Kita akan
kembali ke Raja Rustam lagi nanti.
Jangan senang
dulu, putri dari kerajaan Ezdemir ini pun sama menyebalkannya. Kerajaan Ezdemir
kecil, pusat kekuatan dan perdagangannya bersumber dari Kaktus Merah yang hanya
tumbuh di daerah itu. Kelopak dari bunga yang tumbuh di Kaktus Merah sangat
langka — Kaktus Merah hanya akan berbunga sekali setahun, dan tidak semua
Kaktus Merah berbunga. Kelopaknya bisa menyembuhkan berbagai penyakit,
menawarkan berbagai racun. Sampai sana, adalah rahasia umum.
Labels:
fantasy,
short stories,
writing
Langganan:
Entri (Atom)










